Jakarta, Ocean News - Setelah viral di internet pada awal pekan ini,
pemodifikasi Toyota Limo bermuka dua telah diketahui. Dia adalah Rony Gunawan,
salah satu pemilik perusahaan taksi di Bandung, Gemah Ripah.
Rony
bercerita banyak tentang mobil modifikasi yang dikerjakan selama sekitar 3,5 bulan
itu. Pengerjaannya dilakukan di bengkel Gemah Ripah di kawasan Bandung.
“Itu
cuma memotong dua kendaraan, terus dijadikan satu. Mesinnya tetap dua,
transmisinya juga,” kata Rony via telepon.
Basis
modifikasi adalah dua unit Vios versi taksi alias Limo produksi 2012
yang tidak lagi beroperasi. Selama beberapa tahun ini, Rony mengaku bisnis
taksi sulit karena bermunculan aplikasi transportasi online.
“Idenya
dari melamun, bagaimana bikin dua mobil, tapi yang disatukan mukanya saja. Jadi
saya sudah punya rencana itu, tapi baru sebulan kemudian saya panggil tukang
las ketok di bengkel, tiga orang, terus saya kasih tahu, saya ada rencana
begini,” kata Rony.
“Mereka
enggak berani jawab, takut gagal. Saya bilang kalian rundingkan dulu, tiga
hari. Karena mereka enggak berani, tiga hari saya panggil lagi terus saya
bilang, ‘Kerjain’,”
ucap Rony.
Pengerjaan
paling berat adalah pengelasan karbit yang dilakukan selama dua bulan.
Sementara total waktu yang dibutuhkan, termasuk pengecatan, selama 3,5 bulan.
Itu sudah termasuk penambahan pelat besi di sambungan sasis dan bodi. Selain
itu, juga ada siku besi yang ditambahkan di bagian lantai.
Menurut
Rony, kedua kokpit berfungsi normal, jadi pengemudi bebas memilih mau memegang
setir sebelah mana. Syarat mengemudikannya, karena sudah ada setelan khusus di
bagian tie-rod,
kunci yang ada di setir tidak terpakai harus dicabut biar ban yang berperan
sebagai ban belakang bisa tetap lurus.
Limo
berwajah ganda ini selesai pada awal Januari lalu. Saat ditilang polisi dari
Mapolsek Sukajadi pada Senin (15/1/2018), Rony mengatakan, mobil yang
dikemudikan sopir itu baru pertama kali digunakan di jalan raya.
Rony
bilang STNK kedua mobil itu baru selesai pada 12 Januari, dia mengubah kondisi
pelat kuning bekas taksi jadi pelat hitam. Alasan dikemudikan, Rony mau
memindahkannya dari bengkel ke rumah, tetapi ternyata distop polisi.
“Saya
enggak terbayang ini bakal heboh, padahal saya buat iseng saja,” kata Rony.






No comments:
Post a Comment