1. Kawasaki W175
Digoyang di segmen
motor trail dan motor sport 250 cc (Ninja 250 kini punya dua rival:
Yamaha R25 dan Honda CBR250RR), Kawasaki tidak kehilangan akal. Mereka
justru membuat pasar baru untuk kelas retro yang belum dilirik brand
Jepang lain, dengan memperkenalkan W175 pada November 2017.
![]() |
| Kawasaki W175 |
Selain tidak punya lawan, keistimewaan W175 tampak melalui desain jadul dan harga di kisaran Rp 30 jutaan. Motor ini juga mampu mengembalikan nostalgia berkendara masa lalu, lewat penggunaan karburator, panel instrumen tanpa indikator bahan bakar dan getaran mesin yang khas saat melaju dalam kecepatan tinggi.
2. Yamaha R15 V3
Meski peluncurannya didahului Suzuki GSX-R150, tapi Yamaha tidak
gentar. Pabrikan garputala justru menghadirkan motor sport 150 cc yang
fiturnya lebih unggul, melalui R15 yang diluncurkan Januari 2017.
Penggunaan suspensi depan upside down
dan transmisi berbekal assist & slipper clutch, tidak dimiliki
kompetitor. Mesin juga yang kapasitasnya paling besar, 155 cc dengan
katup variable. Jantung mekanis ini sukses menjadikan performa R15
paling baik di atas kertas, dengan torsi puncak 14,7 Nm pada 8.500 rpm
dan tenaga maksimal 19,3 PS pada 10.000 rpm.
![]() |
| R15 V3 |
3. Honda Scoopy
Skutik retro ini tampil beda pada 2017. Bannya mungil tapi lebih
tebal, pakai ukuran 100/90-12 di depan dan 110/90 belakang. Desain
tubuhnya juga diubah agar semakin modern.
Honda Scoopy juga
dapat fitur baru yang lebih banyak dan canggih. Di antaranya: lampu
LED, remote pintar dengan answerback system dan alarm, panel instrumen
kombinasi terintegrasi eco indicator, serta charger smartphone di konsol
depan.
![]() |
| Scoopy |
Lantaran berbagai kebaruan itu, Scoopy naik harga jadi Rp 17,8 juta
(OTR jakarta). Meski begitu, konsumen sepertinya tidak terlalu
mempermasalahkan. Buktinya penjualan Scoopy justru naik, distribusinya
bahkan mencapai di atas 60.000 unit perbulan. Angka fenomenal yang tidak pernah diraih pada tahun lalu.
4. Suzuki Nex
Mungkin banyak yang tidak sepaham dengan kami, soal Suzuki Nex masuk jadi
tujuh motor feneomenal 2017. Pasalnya skutik ini memang tidak istimewa
secara teknologi dan fitur. Penjualannya juga kalah jauh, dibanding
kompetitor seperti Honda Beat dan Yamaha Mio.

Suzuki Nex

Tapi ada satu keunikan dari Nex yang meluncur di Jakarta Fair
Kemayoran lalu. Harganya fenomenal, paling murah dibanding skutik
injeksi lain yang dijual di Indonesia. Saat peluncuran, banderolnya
mencapai Rp 12,6 juta (OTR Jakarta). Bahkan lebih murah dari skutik
India, TVS Dazz anyar yang meluncur di Indonesia Motorcycle Show (IMoS)
2016 seharga Rp 12,8 juta (OTR Jakarta).
5. Honda PCX
Akhirnya Honda menampilkan PCX 150 generasi terbaru ke
pasar Indonesia. Dengan diproduksi secara lokal, harganya turun drastis
dari Rp 40 jutaan menjadi Rp 27 - 32 jutaan (kisaran harga resmi).
Meski lebih murah, fiturnya ditambah oleh pabrikan berlambang sayap.
Panel instrumen kini mengaplikasikan full digital, rem belakang yang
tadinya tromol diganti cakram, ada pula pilihan fitur anti-lock braking
system (ABS). Tidak ketinggalan, PCX anyar diberikan keyless ignition
yang memudahkan pemilik untuk mengaktifkan mesin. Keyless mengganti
peran anak kunci konvensional dengan kenop putar dan remote pintar.
![]() |
| PCX 150 |
Sampai sekarang memang belum ada bukti pasar menerima kehadiran PCX
baru, lantaran skutik ini juga baru didistribusikan pada Februari tahun
depan. Walau begitu, Honda sangat optimis dan sudah mematok target
penjualan 150 ribu unit pada tahun depan. Target itu berarti naik 30
kali lipat dibandingkan distribusi yang berhasil dicatatkan tahun lalu
6. Honda CRF150L
Sebelumnya, Honda tidak melirik serius kelas motor trail untuk pasar Indonesia. Hingga akhirnya CRF150L
lahir pada November 2017, diproduksi lokal dan harganya kompetitif.
Fitur-fiturnya pun lebih unggul dari kompetitor : suspensi upside down
diameter 37 mm, cakram besar 240 mm di depan dan 190 mm belakang, sistem
injeksi dan panel instrumen digital.
Keunggulan itu langsung membuat CRF150L jadi primadona baru di segmen
motor trail. Dari sisi penjualan, Kawasaki KLX150 sebagai petahana
memang masih di puncak dengan 5.569 unit pada November. Meski demikian,
CRF150L mulai mengintai melalui distribusi sebanyak 3.869 unit.
![]() |
| CRF150L |
Perlu diingat, larisnya motor trail Honda ini hanya melalui satu varian
saja. Sementara Kawasaki memiliki empat varian dan sudah jadi petahana.
Apa jadinya jika Honda memperbanyak varian CRF150L dan semakin banyak
yang mengenalnya? Bukan tidak mungkin, KLX150 dipaksa turun dari puncak tahta.





No comments:
Post a Comment