Jakarta, Ocean News - Valentino Rossi memang bukan jawara MotoGP di beberapa musim terakhir.
Namun kiprahnya di musim lalu membuat Davide Brivio, Manager Tim Suzuki
angkat bicara. Menurutnya, para pembalap muda perlu menyontoh semangat
The Doctor.
“Aku selalu mengatakan pada pembalap generasi muda, Valentino Rossi
adalah contoh yang harus ditiru, dipelajari untuk mendapatkan motivasi
berjuang di MotoGP. Mereka harus melihat bagaimana Rossi begitu
bergairah dan termotivasi membalap. Aku harap banyak pembalap yang
mengikuti langkahnya,” ujar Davide Brivio seperti dirilis Crash Net.
![]() |
| Davide Brivio, Suzuki Ecstar MotoGP | Foto: Crash.net |
Ia mencontohkan pada kejadian musim lalu, di mana Vale kembali ke sirkuit begitu cepat pasca mengalami kecelakaan. Setelah kakinya patah di bagian tibia dan fibula pada 31 Agustus,
dan diprediksi absen di Misano dan Aragon, nyatanya tekad Rossi
membuatnya sanggup berjuang di Aragon. Ia bahkan sempat memimpin di
posisi dua hingga setengah balapan dan akhirnya finish kelima.
Sang komandan tim Suzuki itu memang sangat mengenal Rossi. Ia pernah
bersama The Doctor saat masih di Yamaha, tepatnya 2010. Ketika itu,
kejadian sama terjadi, pembesut motor bernomor 46 itu kecelakaan dan
kembali ke sirkuit lebih cepat dari anjuran dokter.
Kini Davide Brivio memimpin tim Suzuki Ecstar. Dua pembalap muda, Alex
Rins dan Andrea Iannone dipercaya menunggangi GSX-RR sejak musim lalu.
Sayang perjuangan keduanya tak terlalu membuahkan hasil. Tak satupun podium berhasil mereka raih. Padahal jika melihat balapan berlangsung, baik Iannone maupun Rins tak jarang berjibaku bersama pembalap papan atas.
Dijelaskan Brivio, Vale saat ini sudah menginjak umur 38 tahun. Bukan
usia yang muda untuk membesut motor di kecepatan 300 kpj. Namun umur
tak menjadi hambatan baginya. Pada 2017 lalu, ia menggenapkan dirinya
sebagai lima besar pembalap tertua yang memenangi balapan (podium 1).
Musim balap 2018 masih dua bulan lagi. Masing-masing pembalap tengah
berusaha keras mencari racikan paling tepat untuk dicocokkan dengan gaya
balapnya atau sebaliknya. Tak sedikit pula yang harus mati-matian
menyesuaikan dengan motornya, seperti Jorge Lorenzo.
Pekerjaan rumah Suzuki musim ini juga cukup berat. Tim mereka belum
menemui performa terbaiknya. Pun dengan pembalap yang menunggangi, baru
Iannone yang menemukan ritme balap. Kini Brivio sudah menyiapkan GSX-RR
dengan performa terbaik, tinggal para pembalap menemukan konektivitas
dengan motor yang mereka butuhkan untuk mencatat waktu terbaik.


No comments:
Post a Comment