Jakarta, Ocean News - Danilo Petrucci membenarkan kabar yang menyebut kalau Motogp musim 2018 adalah musim terakhirnya bersama Pramac Ducati. Hal itu
setelah Ducati tertarik mendatangkan pembalap muda, Francesco Bagnaia.
"Saya membaca di berita kalau saya telah dipecat dan Banaia akan
mengambil alih tempat saya. Paolo Campinoti (pemilik Pramac) dan saya
paham ini," ujar Petrucci seperti dilansir Crash.
"Namun kami tahu, ini adalah tahun terakhir kami bersama. Siklusnya
hampir rampung. Saya punya kontrak dengan Ducati dan akan berakhir pada
Juni untuk masuk ke tim pabrikan, kalau tidak, saya akan bebas," kata
Petrucci menambahkan.
Ducati mendepak Petrucci dari Pramac lantaran ingin menjadikan tim
satelit mereka sebagai tim bagi pembalap muda. Tujuannya, Ducati ingin
pembalap muda tersebut bisa naik ke tim pabrikan bila sudah matang.
![]() |
| Danilo Petrucci |
Petrucci sendiri mengaku ingin membela tim pabrikan di MotoGP. Namun
pembalap berusia 27 tahun ini tidak terpatok pada tim Ducati.
Lagipula, Ducati juga diketahui lebih memprioritaskan untuk
memperpanjang kontrak dua pembalap mereka: Jorge Lorenzo dan Andrea
Dovizioso. Alhasil, peluang Petrucci untuk membela tim pabrikan Ducati
jelas tertutup.
"Pada 2017, ketertarikan Aprilia luar biasa. Menjadi pembalap tim
asal Italia pun menarik bagi saya. Namun saya tidak ingin membela tim
satelit lagi. Setelah tujuh tahun di Motogp, ambisi saya adalah menjadi pembalap tim pabrikan," ujar Petrucci.
Karier Petrucci di MotoGP tergolong unik. Pembalap asal Italia ini
tak seperti pembalap lain yang biasanya harus membalap lebih dulu di
kelas yang lebih rendah.
![]() |
| Danilo Petrucci |
Petrucci memulai kariernya langsung di kelas MotoGP pada tahun 2012
bersama tim Ioda. Setelah membela Ioda-Suter, dan ART, Petrucci membela
Pramac Ducati mulai tahun 2014.
Di musim lalu, Petrucci finis di peringkat delapan klasemen akhir Motogp. Total, ia mengoleksi 124 poin.
Di Sirkuit Losail, Qatar, mantan pembalap IodaRacing itu juga menempati posisi kesembilan. Catatan waktu terbaiknya hanya terpaut 0,630 detik dari Johann Zarco di posisi teratas. Dan hasilnya lebih baik dari Lorenzo yang menempati posisi ke-10.
"GP18 milik saya sangat mirip dengan motor pabrikan. Jadi saya memiliki kesempatan lebih besar untuk mengalahkan salah satu pembalap tim pabrikan dan mengambil tempatnya. Yang pasti saya masih harus melakukan beberapa pengujian," tegas Petrucci.
"Pertama-tama, saya senang dengan Pecco (sapaan Bagnaia). Bagaimanapun, saya tak bisa mengatakan bahwa saya keluar dari Ducati. 90 persen ya, tapi tahun ini Pramac mendorong saya untuk masuk tim pabrikan," kata Petrucci, dilansir Crash.
"Kami berbicara, tapi belum serius, dengan Ducati dan kami hanya bisa menunggu balapan dimulai. Bagi Ducati, terpenting adalah dua pembalap ini (Dovi dan Lorenzo). Tapi jika saya lebih cepat dari salah satunya, saya punya kesempatan," ia melanjutkan.
Performa Motor
Petrucci sendiri mendapat hasil yang cukup baik dalam tes pramusim MotoGP 2018. Di Sirkuit Sepang, Malaysia, catatan waktunya menempati urutan ke-11. Di Buriram, Thailand, posisinya naik ke urutan kesembilan.Di Sirkuit Losail, Qatar, mantan pembalap IodaRacing itu juga menempati posisi kesembilan. Catatan waktu terbaiknya hanya terpaut 0,630 detik dari Johann Zarco di posisi teratas. Dan hasilnya lebih baik dari Lorenzo yang menempati posisi ke-10.
"GP18 milik saya sangat mirip dengan motor pabrikan. Jadi saya memiliki kesempatan lebih besar untuk mengalahkan salah satu pembalap tim pabrikan dan mengambil tempatnya. Yang pasti saya masih harus melakukan beberapa pengujian," tegas Petrucci.
Tantangan Berat
Ia merasa masih memiliki kesempatan. Tapi, syaratnya memang berat. Mau tak mau, Petrucci harus tampil lebih baik dari dua pembalap utama Ducati saat ini, yakni Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo."Pertama-tama, saya senang dengan Pecco (sapaan Bagnaia). Bagaimanapun, saya tak bisa mengatakan bahwa saya keluar dari Ducati. 90 persen ya, tapi tahun ini Pramac mendorong saya untuk masuk tim pabrikan," kata Petrucci, dilansir Crash.
"Kami berbicara, tapi belum serius, dengan Ducati dan kami hanya bisa menunggu balapan dimulai. Bagi Ducati, terpenting adalah dua pembalap ini (Dovi dan Lorenzo). Tapi jika saya lebih cepat dari salah satunya, saya punya kesempatan," ia melanjutkan.



No comments:
Post a Comment