![]() |
| Alberto Puig |
Ocean News, Bos baru Honda, Alberto Puig, menyatakan MotoGp
2017 bukan musim terbaik bagi pabrikan asal Jepang tersebut. Namun,
mereka terbantu dengan inkonsistensi tim lawan yang melempem pada
akhir-akhir musim.
Secara terang-terangan Puig menyindir kinerja Yamaha. Perjalanan
Yamaha pada MotoGP 2017 bertolak belakang dengan yang dihadapi Honda.
Jika Honda sempat kesulitan di awal musim tapi akhirnya mampu
mengantar Marc Marquez jadi juara dunia MotoGP 2017, Yamaha mengalami
sebaliknya. Maverick Vinales berhasil menjuarai dua balapan pertama,
tapi kemudian kesulitan pada paruh kedua musim 2017. Pebalap senior
Movistar Yamaha, Valentino Rossi, juga jauh dari memuaskan, karena hanya
finis di peringkat kelima pada akhir musim.
| Alberto Puig |
"Tujuan kami (pada musim 2018) adalah berusaha memberikan motor yang
terbaik untuk Marc Marquez dan Dani Pedrosa, yang membuat mereka mudah
bersaing," kata Puig, dalam wawancara dengan MotoGP.com, seperti dilansir Tuttomoriweb, Minggu (21/1/2018).
"Tapi itu bukan yang mudah dilakukan, karena hal sebaliknya pernah
terjadi di Yamaha. Mereka memulai dengan sangat kuat, tapi...," ujar
Puig.
Baca Juga :Harga BMW HP4 Terbaru Januari 2018 dan Spesifikasi
Baca Juga :Jonas Folger Putuskan Absen Total dari MotoGP 2018
Baca Juga :Jonas Folger Putuskan Absen Total dari MotoGP 2018
Puig tampaknya menyindir Yamaha yang sulit bersaing dengan Honda dan
Ducati setelah memasuki paruh kedua MotoGP 2017. Motor Yamaha sulit
tampil maksimal karena bermasalah dengan ban. Berbagai cara sudah
dilakukan untuk membenahi masalah tersebut karena hasilnya nihil.
Motor Yamaha bahkan sangat bermasalah saat melaju di lintasan basah.
Maverick Vinales yang sempat digadang-gadang jadi kandidat juara dunia MotoGp 2017 akhirnya harus puas menempati peringkat ketiga klasemen akhir, tepat di belakang pebalap Ducati, Andrea Dovizioso.

No comments:
Post a Comment