Pasar sepeda motor jenis trail di Indonesia memang tidak sesubur skuter matik atau sport. Namun, hal itu tidak mengurungkan niat Honda dan Kawasaki untuk menghadirkan motor trail buatan mereka.
Setelah
pasar dikuasai cukup lama oleh Kawasaki dengan seri KLX, akhir tahun
lalu Honda meluncurkan CRF150L yang mengusung konsep motor penggaruk
tanah.
Sementara
itu, PT Suzuki Indomobil Sales divisi roda dua masih mempertimbangkan
untuk bermain di pasar tersebut. Diketahui, Suzuki memiliki DR200 yang
saat ini digunakan oleh Polri.
Jika Suzuki menjual motor tersebut ke pasar umum, maka harganya
dipastikan akan lebih mahal. Sebab, spesifikasinya berbeda dengan unit
yang digunakan polisi.
"Mereka (Polisi) jumlahnya banyak juga (pemesanannya). Kalau dilihat, sebenarnya itu DR200 secara konstruksi mesin tidak terlalu beda dengan Thunder. Tapi, pajaknya enggak akan bisa bersaing," ujar Market Relation 2 Wheel Section Head SIS, Banggas FS Pardede di Jakarta, Senin, 15 Januari 2018.
Menurutnya, semua produksi trail Suzuki, termasuk DR200S, dikonsentrasikan di Jepang saja. Bahkan, ketika ada pesanan dari Polri, pabrik Suzuki di Jepang memotong jatah untuk Australia dan Amerika Latin.
"Untuk harganya, saya kurang tahu di Jepang berapa. Pokoknya, kalau
masuk Indonesia terbilang mahal, bisa Rp50-60 juta," Tapi kalau Suzuki DR200S tersebut memang benar
akan dijual secara bebas ke pasar Indonesia, Harganya Sekitar Rp. 30 jutaan.

No comments:
Post a Comment