![]() |
| Mike Leitner |
Sepang, Ocean News - Kepala Kru Tim KTM, Mike Leitner, membeberkan alasan Dani Pedrosa belum mampu menjadi juara dunia pada kelas MotoGP.
Dani Pedrosa langsung melakukan lompatan besar saat promosi ke kelas MotoGP pada 2006 dengan bergabung bersama tim Repsol Honda.
Sejak itu, Pedrosa terus loyal menjadi pebalap Honda, meski sudah merasakan empat rekan berbeda.
Sebelum naik ke MotoGP, Pedrosa merupakan pebalap sukses pada kelas 125cc (sekarang Moto3) dan 250cc (Moto2).
Hal itu dibuktikan dengan meraih tiga gelar juara dunia yang terdiri dari satu titel 125cc dan dua titel 250cc.
Namun, kehebatan Pedrosa pada dua kelas tersebut tidak terlihat saat berkompetisi pada kelas premier.
Mike Leitner yang pernah bekerja bersama Dani Pedrosa selama 11 tahun
menuturkan bahwa cedera menjadi salah satu biang kegagalan.
![]() |
| Dani Pedrosa |
"Pedrosa mengalami cedera pada waktu yang salah pada tahun-tahun
ketika dia memenangkan banyak balapan dan memperjuangkan gelar
tersebut," kata Leitner.
Musim 2012 menjadi musim terdekat Pedrosa dengan gelar juara dunia MotoGP.
Kala itu, Pedrosa mampu naik ke podium sebanyak 15 kali, tujuh di antaranya berada di podium kampiun.
Selain cedera, kapasitas mesin motor MotoGP yang menjadi 1.000cc juga
menjadi salah satu kendala, hal ini mengingat postur Dani Pedrosa yang
pendek.
"Posturnya tentu tidak selalu menguntungkan buat dia. Apalagi, di
motor besar dengan kapasitas mesin 1.000cc, rasionya terlalu besar
dibanding dengan tinggi badannya," ujar Leitner.
"Anda sudah bisa melihat bahwa dia terkadang berjuang keras. Jika
kondisinya tidak tepat untuknya, akan terjadi fluktuasi," kata Leitner
lagi.
Saat ini, Dani Pedrosa menyisakan kontrak dengan Honda sampai akhir 2018.
Sumber :Tribunnews.com


No comments:
Post a Comment