Sementara di tes Sirkuit Losail, pekan lalu, giliran pebalap Tech3 Yamaha Johann Zarco yang mendominasi. Hasil di tiga tes pramusim membuat MotoGP 2018 akan sulit diprediksi. Berbeda dengan musim lalu ketika Maverick Vinales mendominasi tes pramusim MotoGP 2017.
Iannone yang terpuruk di Sepang dan Buriram, bisa menjadi yang tercepat di Losail. Valentino Rossi yang juga mengalami kesulitan di Sepang dan Buriram, mampu meningkatkan kemampuan pada hari terakhir tes Losail dengan berada di belakang Johann Zarco.
Musim yang ketat bisa terjadi di MotoGP 2018 jika berkaca dari hasil tes pramusim. MotoGP 2018 berpeluang memunculkan banyak pebalap pemenang seperti pada musim 2016 ketika ada sembilan pemenang berbeda.
Sukses Lorenzo menjadi yang tercepat di Sepang membuat persaingan di Ducati akan menarik. Musim lalu Lorenzo berada di bawah bayang-bayang Andrea Dovizioso yang menjadi runner-up MotoGP 2017.
Kecuali pada hari pertama tes di Qatar, ketika Miller berada di posisi 12, pebalap asal Australia itu selalu masuk posisi sepuluh besar. Posisi terbaik Miller adalah menjadi tercepat ketiga pada tes hari kedua di Sirkuit Buriram.
Yamaha Masih Bingung
Pekerjaan rumah menumpuk dihadapkan Movistar Yamaha jelang musim baru meski Vinales sempat dua kali menjadi yang tercepat pada tes Sepang dan Losail. Bukan jawaban yang ditemukan Yamaha sepanjang tes pramusim. Tim asal Jepang itu justru dihadapkan pada sejumlah pertanyaan baru.
Waktu sepuluh hari sebelum balapan pertama musim ini harus benar-benar dimaksimalkan Yamaha untuk memuaskan Vinales dan Rossi. Jika tidak, maka kedua pebalap Movistar Yamaha bisa dipermalukan Johann Zarco yang mendominasi jalannya tes di Losail.
Marquez dikabarkan sudah menemukan setelan terbaiknya untuk menjalani MotoGP 2018. Pebalap 25 tahun sangat puas dengan RC213V 2018. Marquez hanya berusaha mendapatkan setelan motor terbaik yang membuatnya semakin cepat di trek-trek yang biasanya Honda lemah.









No comments:
Post a Comment