Jakarta, Ocean News - Tak sabar rasanya mencoba performa Honda All New PCX. Wajar, karena ada rasa yang dijanjikan berbeda oleh PT
Astra Honda Motor, setelah skutik bongsor itu mendapatkan banyak ubahan.
Utamanya, di sektor mesin dan handling.
Usai mengamati kepraktisan dan merasakan posisi berkendara, Kompas.com tak membuang waktu saat marshall
mengibarkan bendera hijau pertanda semua peserta tes dipersilakan
mencoba. Cukup luas area tesnya, meski tetap saja terbatas kalau tak
dijajal langsung di jalanan.
Handel gas diputar sedikit, dan PCX langsung melesat. Kesan awal, sepeda motor ini sangat gesit untuk stop and go,
sangat kuat di putaran mesin (rpm) bawah. Spesifikasi mesin sama dengan
Vario 150, tapi insinyur Honda mengubah banyak titik untuk membuatnya
berbeda karakter.
Di atas kertas, tenaga yang dihasilkan PCX baru mencapai 14,4 tk @8.500 rpm, dan torsi 13,2 Nm @6.500 rpm. Yang Kompas.com rasakan torsi berlimpah untuk stop and go, nikmat sekali. Tapi saat memasuki putaran menengah ke atas, sedikit kendur.
Asyiknya, saat dipacu, motor ini minim getaran. Bisa jadi karena
struktur sasis yang mendapat ubahan. Tampak sepele soal getaran, tapi
ini penting untuk menunjang kenyamanan.
Lincah
Satu hal yang bikin Kompas.com terkesan, kelincahan PCX yang di luar dugaan. Secara kasat mata, bodi bongsornya bikin under estimated soal handling. Tapi itu salah. Saat meliuk-liuk, justru rasanya seperti naik skutik kecil.
Kompas.com masih ingat rasanya PCX versi CBU, digeber lurus
sangat stabil. Tapi saat dipakai meliuk, seperti bodi belakang
tertinggal dan selalu muncul gejala understeer, agak kaku buat belok. Insinyur Honda berhasil memperbaiki sektor ini, dan sukses bikin Kompas.com suka!
Suspensi so-so, agak keras, tapi bisa jadi ini untuk lebih menunjang handling dan kestabilan. Mungkin rasanya akan lain kalau dipakai berboncengan, dipastikan makin nyaman.
Pengereman
Nilai jual satu lagi, adanya fitur anti-lock braking system (ABS). Meski cuma ada di bagian depan, atau biasa disebut ABS 1 channel, tapi ini akan cukup membantu pengendara saat harus tiba-tiba melakukan rem mendadak.
Pada putaran terakhir, Kompas.com diminta untuk geber gas di
trek lurus dan melakukan pengereman mendadak pada titik yang sudah
ditentukan. Sampai pada kecepatan 60 kpj, tuas rem depan saja ditarik.
Ban depan tak terkunci, tapi masih ada daya dorong dari ban belakang.
Memang ini hanya menguji performa rem depan. Lain hal ketika kita
mengaktifkan dua tas rem (depan-belakang), dipastikan laju motor akan
lebih pendek saat direm mendadak.
Sumber :Kompas.com


No comments:
Post a Comment