Metrofoxy - Pebalap Spanyol, Dani Pedrosa,
belum kunjung mencicipi titel juara dunia di kancah MotoGP. Menjelang
MotoGP 2018, Pedrosa serius ingin mewujudkan ambisinya tersebut. Predrosa sebenarnya punya modal meyakinkan saat promosi ke MotoGP
pada 20016.
Dia telah mengantongi titel juara dunia 125 cc (2003) dan
dua kali di kelas 250cc (2004 dan 2005). Bahkan, titel juara dunia
pertamanya di kelas 250cc sangat istimewa. Saat itu, dia menjadi juara
dunia termuda sepanjang sejarah kelas 250cc.
Perjalanan karier Pedrosa di kelas MotoGP sebenarnya juga cukup
mengesankan. Hanya Valentino Rossi yang berhasil mengoleksi jumlah
podium lebih banyak daripada Pedrosa di kelas premier.
Namun, catatan apik Pedrosa tersebut belum pernah berujung gelar
juara dunia. Kansnya makin sulit saat Repsol Honda menggaet Marc Marquez
pada 2013. Sejak bergabung dengan Honda, Marquez kini telah mengantongi
empat gelar juara dunia MotoGP, termasuk pada 2017.
Kini, Dani Pedrosa tak mau gagal lagi. Pebalap yang berjuluk Little
Spaniard tersebut bersiap melakukan pengorbanan besar demi meraih gelar
juara dunia untuk kali pertama.
Berikut beberapa pengorbanan yang akan dilakukan Dani Pedrosa seperti dilansir Red Bull:
Dani Pedrosa tak ingin mengalami cedera seperti yang kerap
merecokinya sepanjang berkarier di kancah MotoGP. Kali ini, dia berusaha
keras menghindari aktivitas yang berpotensi membuatnya cedera, termasuk
di luar lintasan.
Salah satu aktivitas yang akan ditinggalkan Pedrosa adalah bermain
ski. Dia kerap bermain ski dengan rekan-rekannya di Austria dan Swiss.
Pada tahun ini, pebalap berusia 32 tahun tersebut hanya akan menjadi
penonton.
"Saya sering bermain ski saat musim dingin. Pada musim dingin ini,
saya tak akan pergi ke sana, meskipun bakal sangat merindukannya," kata
Pedrosa.
"Saya ingin berlatih penuh dan tak mengalami cedera yang tidak terduga."
Daftar patah tulang yang dialami Dani Pedrosa selama 12 tahun
berkarier di kancah MotoGP cukup panjang dan menyakitan. Meskipun
demikian, dia masih menikmati menggeber motocross saat punya waktu
senggang.
Hobi serupa juga dimiliki rekan setimnya, Marc Marquez. Rivalnya dari
Movistar Yamaha, Valentino Rossi juga dikenal sangat keranjingan
menggeber motocroos.
Namun, pada musim ini, Pedrosa bertekad menjaga jarak dengan hobinya tersebut, demi menghindari cedera yang tak diharapkan.
"Sepanjang karier, saya telah menggunakan motocross sebagai metode
latihan. Sayangnya, motocross terlalu berbahaya, karena Anda bisa
mengalami kecelakaan dengan mudah. Saya tak ingin mengambil risiko,"
ujar Dani Pedrosa.
Selain menghindari kegiatan-kegiatan yang berpotensi memicu cedera,
Pedrosa juga berkomitmen untuk berlatih lebih keras. Apalagi, persaingan
pada MotoGP 2018 diprediksi bakal berjalan lebih sengit.
Marc Marquez masih menjadi pebalap yang paling difavoritkan untuk
menjadi juara dunia MotoGP 2018. Selain itu ada Andrea Dovizioso,
Maverick Vinales, dan Valentino Rossi.
Jorge Lorenzo yang musim lalu terpuruk punya kans untuk kembali menggebrak. Johann Zarco juga punya kans jadi kuda hitam.
"Saya berlatih setiap hari untuk menjadi juara dunia. Kompetisi
sangat panjang dan kami akan berusaha sejak balapan pertama," tegas Dani
Pedrosa.




No comments:
Post a Comment