Jakarta, Metrofoxy - Pasar roda dua di Tanah Air terus dipandang sebagai ‘lumbung’ paling
menggiurkan bagi negara-negara produsen sepeda motor di dunia.
Lihat saja, pabrikan Jepang menjadi yang paling ‘moncer’ dalam
menjajakan produk-produknya di Indonesia. Mulai dari Honda, Suzuki, Kawasaki, hingga Yamaha.
Begitu pun dengan motor lansiran Tiongkok, macam Jialing dan
sebagainya, dengan model yang terbilang banyak meniru pabrikan-pabrikan
besar di atas.
Sialnya, saking ketatnya persaingan plus aftersales-nya yang
‘asal-asalan’, membuat motor-motor tersebut harus pupus dimakan jaman.
Lalu, bagaimana dengan pertumbuhan motor-motor dengan kubikasi mesin besar di Tanah Air? Tetap masih menjanjikan.
Toh hingga kini, merek-merek seperti Harley-Davidson, Indian dan Victory, serta Triumph,
masih ‘tenang’ berbisnis di Indonesia.
Soal Victory Motorcycle memang sudah tidak lagi beredar di dunia termasuk Indonesia. Pasca
Polaris Industries Inc. resmi menutup seluruh jalur produksi moge di pabrik Spirit Lake, Iowa, pada Januari 2017 lalu.
Ada juga pemain moge lain disegmen berbeda yang masih bercokol. Yaitu
Ducati, MV Augusta, Cleveland Cyclewerks, hingga motor lansiran India,
Royal Enfield.
Bahkan semua merek moge ini berkomitmen untuk memberikan layanan purna jual terbaik.
Masih ada satu lagi pemain lain yang ingin mencoba peruntungannya di
pasar Indonesia. Adalah Hunter Motorcycles, motor asal Australia ini
siap ‘berjibaku’ ditengah sengitnya motor-motor berkubikasi mesin
menengah di Tanah Air.
Saat ditemui ROCKOMOTIF di Jakarta, Sabtu (10/2) lalu, Boyke
Nitipradja selaku Dealer Liason Hunter Motorcycles di Indonesia
menuturkan bahwa kehadiran ‘moge’ rakitan Negeri Tirai Bambu ini untuk
meramaikan pasar roda dua di Tanah Air.
Namun, pria yang pernah membidani lahirnya Victory Motorcycles di
Indonesia, ini mengakui bahwa motor ini kelak tidak akan ambisius untuk
mencuri konsumen dari merek-merek serupa di sini.
“Kami hanya ingin memberikan pilihan kepada konsumen pasar motor
ber-cc menengah, dengan menyediakan motor dengan yang reasonable plus
kualitas yang baik. Jangan lupa, low maintenance loh!” kata Boyke.
Dijadwalkan bakal mendarat di Indonesia Maret 2018, unit-unit yang
hadir memang merupakan model yang akan menjalani proses homologasi.
Kelak hanya ada empat tipe dari enam model yang diboyong untuk konsumen
di Tanah Air.
Yaitu Hunter Spyder 350 cc, Bobber 350 cc, Cafe Racer 350 cc, serta
Daytona 350 cc. Sementara di ‘tanah kelahirannya’ sendiri masih ada dua
model lagi, yakni Cruiser dengan mesin 250 cc dan 350 cc, dan Sniper TT.
Berdasarkan peta dilapangan, nantinya Hunter Motorcycles bakal
‘bertatap muka’ langsung dengan Royal Enfield hingga Cleveland
Cyclewerks. Ini didasari dari harga jual ke konsumen.
“Kami membanderol produk-produk Hunter Motorcycles direntang harga Rp
62 juta – Rp 74 juta, dengan kondisi off the road Jakarta. Nantinya,
head office berada di Bali dengan showroom perdana di Jakarta,” tutup
Boyke.



No comments:
Post a Comment