![]() |
| Ekspresi pembalap MotoGP Jorge Lorenzo saat memainkan game motor balap di Jakarta, Kamis (1/2) |
Kabarnya, salah satu penyebab Lorenzo gagal mendapatkan podium juara sepanjang MotoGP 2017 adalah karena masalah ini. Maklum, Lorenzo adalah pembalap yang diberkahi dengan kelebihan saat melahap sebuah tikungan.
Akibatnya, motor Ducati dan Lorenzo pun seakan belum menyatu di MotoGP
2017 yang notabene musim perdana kolaborasi keduanya. Untuk lintasan
lurus, tak ada masalah bagi Ducati karena mereka dikenal sebagai motor
yang sangat cepat. Berbeda jika bicara saat melewati tikungan.
Bahkan, Andrea Dovizioso yang menjalani musim terbaiknya juga
mengeluhkan hal tersebut. Soal itu, General Manager Gigi Dall'Igna
sempat menyebut sasis sebagai penyebab utama masalah itu. Kini, sedikit
demi sedikit masalah itu terselesaikan.
"Saya katakan bahwa saya menghasilkan 80 persen perbaikan dari tahun
lalu. Namun, sejak akhir 2017, Ducati memang sudah membuat perbedaan.
Melewati tikungan sekarang lebih baik. Saya bisa menarik gas lebih
awal," ujar Lorenzo, dilansir Speedweek.
Ya, sejak mendekati akhir musim, pembalap asal Spanyol itu terlihat
mampu memperbaiki rapornya. Fairing anyar Ducati benar-benar memberikan
dampak positif. Di luar hasil buruk di San Marino, Australia, dan
Valencia, ia mampu memberikan perlawanan.
Dua dari tiga podium di musim 2017 juga didapat pembalap berusia 30
tahun itu pada paruh kedua. Artinya, secara perlahan Lorenzo mulai
mengerti kekurangan dan kelebihan yang dimiliki Desmosedici GP17.
Puncaknya adalah kinerja mengesankan sepanjang tes pramusim MotoGP di
Sirkuit Sepang, 28-30 Januari 2018. Dalam tiga hari itu, pembalap
berusia 30 tahun tersebut tak pernah keluar dari lima besar. Bahkan ia
menjadi yang tercepat pada hari terakhir.
"Motor baru ini lebih baik dari tahun lalu. Tapi kami masih harus
menunggu dan melihat apa yang terjadi saat balapan. Kami tak punya
kesempatan untuk melakukan simulasi balapan secara penuh. Motor ini
membuat saya lebih percaya diri dan lebih cocok dengan gaya balap saya,"
tegas Lorenzo.
Statistik Lorenzo di Setiap Musim
2008: 17 balapan, 1 menang, 6 podium, 4 pole, 1 fastest lap, 190 poin
2009: 17 balapan, 4 menang, 12 podium, 5 pole, 4 fastest lap, 261 poin
2010: 18 balapan, 9 menang, 16 podium, 7 pole, 4 fastest lap, 383 poin
2011: 15 balapan, 3 menang, 10 podium, 2 pole, 2 fastest lap, 260 poin
2012: 18 balapan, 6 menang, 16 podium, 7 pole, 5 fastest lap, 350 poin
2013: 17 balapan, 8 menang, 14 podium, 4 pole, 2 fastest lap, 330 poin
2014: 18 balapan, 2 menang, 11 podium, 1 pole, 2 fastest lap, 263 poin
2015: 18 balapan, 7 menang, 12 podium, 5 pole, 6 fastest lap, 330 poin
2016: 18 balapan, 4 menang, 10 podium, 4 pole, 2 fastest lap, 233 poin
2017: 18 balapan, 0 menang, 3 podium, 0 pole, 0 fastest lap, 137 poin
2009: 17 balapan, 4 menang, 12 podium, 5 pole, 4 fastest lap, 261 poin
2010: 18 balapan, 9 menang, 16 podium, 7 pole, 4 fastest lap, 383 poin
2011: 15 balapan, 3 menang, 10 podium, 2 pole, 2 fastest lap, 260 poin
2012: 18 balapan, 6 menang, 16 podium, 7 pole, 5 fastest lap, 350 poin
2013: 17 balapan, 8 menang, 14 podium, 4 pole, 2 fastest lap, 330 poin
2014: 18 balapan, 2 menang, 11 podium, 1 pole, 2 fastest lap, 263 poin
2015: 18 balapan, 7 menang, 12 podium, 5 pole, 6 fastest lap, 330 poin
2016: 18 balapan, 4 menang, 10 podium, 4 pole, 2 fastest lap, 233 poin
2017: 18 balapan, 0 menang, 3 podium, 0 pole, 0 fastest lap, 137 poin


No comments:
Post a Comment