Pembuatan motor modifikasi selalu mengandalkan kreativitas, walau tidak terlepas dari adanya modal untuk memenuhi ketersediaan part-part.
Dari situlah kadang kala muncul anggapan bahwa part mahal akan sangat berpengaruh pada penilaian. Pendek kata, orang kaya yang bisa beli barang mahal sudah pasti akan jadi pemenangnya.
Pandangan untuk mengungkapkan perasaan tidak fair tersebut ditampik oleh Bimo (Custombikes Jakarta) yang menjadi juri dalam Suryanation Motorland.
"Ada orang yang modalnya banyak, beli barang. Kata-kata kreativitas itu bukan berarti orang beli langsung pasang," kata dia.
Barang
semahal apa pun jika penempatannya tidak sesuai atau mungkin estetis
maka tidak akan menarik minat. Maka dari itu, Bimo menekankan
kreativitas sebagai kunci penting yang terlepas dari kemampuan modal.
"Ini
soal bagaimana dia menciptakan barang itu enak dilihat, indah dilihat,
walaupun semuanya bikinan (custom). Kalau orang cuma beli, pasang,
akhirnya hanya mencari oo ini beli mahal dan ini beli murah," ujarnya.
Suryanation Motorland 2018 sendiri akan digelar di 7 kota di Indonesia, yakni
Palembang, Medan, Tangerang, Semarang, Denpasar, Makassar dan ditutup
dengan acara Big Bang di kota Surabaya.
Untuk tahun ini juri
kawakan di dunia custom bike akan kembali mengawal jalannya kontes.
Selain Bimo dari Custombikes Jakarta, ada juga Lulut Wahyudi (Retro
Classic Cycle Yogyakarta), dan Indra Pranajaya (Razzle Dazzle Chopper
Works, Bandung).



No comments:
Post a Comment